Jumat, 08 Januari 2016

HAL MENDASAR YANG PATUT DIPAHAMI PETERNAK AYAM BROILER

OLEH : MUHAMMAD MISBACHUL MUNIR, S.Pt, MM
20 April 2015


Banyak hal yang terlupakan dalam tata laksana pemeliharaan ayam, khususnya Broiler.  Beberapa informasi teknik dasar pemeliharaan mungkin sudah diterima oleh peternak dan bahkan telah diterima juga oleh "pelaksana pemeliharaan" yang langsung memelihara ayam, namun belum memahami - "mengapa hal itu perlu dilakukan".

Dengan pengalaman selama 21 tahun lebih, saya ingin berbagi pengetahuan pemeliharaan yang lebih operasional.  Dengan pengetahuan ini diharapkan bisa membantu khususnya praktisi peternakan ayam broiler, memberi tambahan informasi kepada semua mahasiswa peternakan dan masyarakat umum yang berminat untuk berkiprah di dunia peternakan unggas - khususnya ayam Broiler. Harapan besar saya adalah, banyak masyarakat yang mampu memelihara ayam broiler dengan baik, dan selanjutnya banyak peternak ayam broiler yang sukses.  Dengan demikian kita akan mampu dan turut serta dalam pembangunan bangsa dengan cara meningkatkan ketersediaan protein hewani asal ayam, yang sementara ini masih jauh lebih rendah dibandingkan negara tetangga.

Tulisan ini akan bersambung-sambung, mengingat waktu menulis bagi penulis yang terbatas.

Pertama, kita bahas lebih dahulu hal yang mendasar - yaitu :
Pada dasarnya - pemeliharaan ayam Broiler adalah dimaksudkan untuk mengkonversikan pakan menjadi daging. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan agar konversi pakan tersebut menjadi lebih efisien?.  

Jawabannya adalah sistim pencernaan dan sistim metabolisme harus berlangsung baik dan efisien.
---------------------------------------------------------------------
Baiklah, kita mulai :
Pertumbuhan optimum usus berlangsung 2 - 12 hari pasca menetas, pertambahan panjang dan diameter usus berkembang sampai 14 hari.  Jika pertumbuhan usus terganggu, maka supaly nutrisi-pun akan terganggu.  Oleh karena itu -  kita harus berfikir "bagaimana caranya agar pertumbuhan usus ayam dapat tumbuh dengan baik".

Satu-satunya cara adalah mengupayakan agar DOC yang baru diterima segera mengkonsumsi pakan 100%.   Jika - 100% DOC mengkonsumsi pakan dengan cepat, maka kita telah berusaha untuk mengoptimalkan pertumbuhan usus dengan cara menstimulasikannya dengan menggunakan pakan.

Apabila hal ini telah dilakukan - maka sebenarnya kita telah mempersiapkan pertumbuhan organ suplay lain (sistim peredaran darah, sistim pernafasan) dan sistim kekebalan tubuh berkembang dengan dengan baik.   Ingat, bahwa  perkembangan alat pencernaan, tulang, sistim kekebalan tubuh, sistim peredaran darah dan pertumbuhan bulu berkembang pesat pada  minggu pertama pemeliharaan. 

Cara agar DOC segera mengkonsumsi pakan 100% adalah : 1).  Palatabilitas pakan yang terjaga dengan baik , 2). Ukuran partikel pakan harus sesuai dengan keinginan ayam , 3). Suplay oksigen yang tepat, 4). Suhu lingkungan yang tepat. 5). pH darah dan usus yang tepat, 6). Waktu pemberian yang tepat.

Palatabilitas pakan :
Bagaimana menjaga agar palatabilitas pakan terjaga dengan baik.  Cara yang paling sederhana adalah menjaga pakan agar tidak kontak dengan udara secara langsung.  Mengapa hal ini perlu dilakukan?, karena bagaimanapun dalam pakan terdapat bahan baku minyak untuk meningkatkan energi tanpa harus meningkatkan bahan-bahan lain dan tidak mengubah nilai nutrisi dalam pakan.  Apabila minyak di pakan bereaksi dengan oksigen maka akan timbul ketengi-an dan karenanya dapat menurunkan palatabilitas pakan.

Disamping itu, dengan menjaga agar pakan tetap tirlindung dari udara - maka kita telah menjaga pakan agar tidak mudah berjamur (ingat negara kita adalah negara tropis yang memungkinkan tumbuh suburnya jamur - karena suhu dan kelembaban yang tinggi).  Bila pakan kita berjamur maka akan dapat menimbulkan racun jamur (mycotoxine) yang apabila dikonsumsi oleh ayam dalam jumlah tertentu - akan dapat menurunkan derajad kesehatannya.

Ukuran partikel pakan yang sesuai dengan keinginan ayam :
Ukuran partikel pakan yang terlalu besar akan mengakibatkan DOC main-main saja dan tidak mampu mengkonsumsinya dengan baik.  Sebaliknya jika partikel pakan terlalu lembut - akan menyulitkan DOC untuk mengambilnya serta mencernanya (bisa berakibat diare).  Oleh karena itu kita harus senantiasa memperhatikan - ukuran partikel seberapa yang memungkinkan untuk dikonsumsi DOC.  Apabila ukuran partikel terlalu besar, maka kita bisa menumbuknya dan atau meminta produsen pakan untuk menyesuaikannya.

Suplay Oksigen yang tepat :
Banyak diantara kita yang mendapat informasi bahwa ayam yang kita pelihara jauh lebih baik dibandingkan ayam broiler 10 tahun yang lalu, namun tidak menyadari dampaknya.  Dengan pertumbuhan yang lebih cepat - berarti metabolisme pakan pun akan lebih cepat.  Oleh karena itu akan membutuhkan oksigen yang lebih besar juga.

Sayangnya, apabila suplai oksigen kita perbesar dengan meningkatkan ventilasi - tentu akan menurunkan suhu.  Pertanyaannya : mana yang lebih kita dahulukan oksigen atau suhu?. Jawabannya adalah Oksigen.  Coba kita renungkan : "Suatu ketika kita berada dalam bus non AC, lalu kendaraan dengan penuh penumpang melaju dengan cepat di siang hari dengan kaca jendela banyak yang tertutup maka apa yang terjadi?.  Tentu kita merasa sesak, pusing, panas dan mungkin pingsan jika udara segar tidak segera diperoleh.  Jika semua jendela kita minta untuk dibuka semua selebar-lebarnya - maka akan menimbulkan masalah tersendiri - utamanya untuk bayi dan balita.  Tentu ini delima.  

Untuk mensiasatinya adalah - buka kaca jendela secukupnya dalam waktu yang tidak terlalu lama - kemudian ditutup - lalu dibuka kembali.  Demikian seterusnya.  Dalam ilmu ventilasi - kita sebut "membuka ventilasi secara intermitten"

Mungkin ada diantara pembaca yang mengatakan "ah - itukan kandang terbuka" bagaimana dengan kandang tertutup.

Anda benar, apa yang disampaikan di atas adalah analogika kandang terbuka, sedangkan ventilasi kandang tertutup akan dijabarkan lain waktu.  Namun demikian prinsip dasarnya sama.

Jadi, untuk kandang terbuka kita harus memainkan ventilasi sambil memperhatikan suhu dalam kandang.

Hal lain yang perlu di perhatikan adalah ventilasi malam hari.  Bisanya "karena suhu lingkungan malam hari dingin" kita tidak berani membuka ventilasi, - padahal ketika malam hari pada fase indukan (fase Brooding) pasti akan menggunakan pemanas.  Jangan lupa pemanas bisa bekerja jika ada oksigen, jadi oksigen dalam kandang disamping di butuhkan  oleh ayam juga digunakan oleh pemanas.  Hasil pembakaran selain panas adalah gas CO2 dan CO.  Kedua gas ini bersifat racun - terutama CO.

Gas CO2, CO hasil pembakaran yang bersifat racun ini perlu dkeluarkan.  Salah -  jika ventilasi malam hari bersifat tertutup permanen - tidak diatur ventilasinya.  Karena bagaimanakapun kita membutuhkan udara segar dan membuang gas beracun.

Suhu lingkungan yang tepat :
Suhu lingkungan yang dimaksud adalah suhu lingkungan yang memungkinkan suhu tubuh ayam tetap dalam keadaan normal (suhu rektal 40 - 41 derajad Celcius).  Jika suhu di atas 42 derajad Celcius akan stress, demikian juga jika kurang dari 40 derajad Celcius.

Perlu diketahui bahwa 5 hari pertama sampai 2 minggu pemeliharaan - sistim pengaturan suhu tubuh (thermoregulator) ayam belum berfungsi secara baik.  Oleh karena itu kita harus perhatian terhadap pengaturan pemanas.  Menurut penelitian, suhu lingkungan di atas 35 derajad Celcius pada awal pemeliharaan mengakibatkan suhu tubuh ayam di atas 42 derajad Celcius dan menimbuklan ayam tidak mau makan.  Jadi - indikator terbaik - tentang baik buruknya pengaturan suhu lingkungan adalah "apakah konsumsi pakan ayam telah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak".

pH darah dan Usus : 
pH darah normal adalah 7,35 - 7,45.  Jika pH darah di atas nomal akan menyebabkan sistim metabolisme terbalik.  Banyak hal yang terjadi jika pH darah meningkat, di antaranya : lumpuh dan metabolisme tidak berjadan tidak normal, sistim kekebalan tubuh menurun.

Jika pH darah meningkat maka akan memungkinkan pH usus akan meningkat.  jika  pH usus meningkat maka jumlah baktericomensal dalam usus akan meningkat.  Hal ini mengakibatkan ayam diare.  Jika banyak cairan keluar karena diare - maka ayam akan tampak dehidrasi.

Jika jumlah cairan berubah, maka sistim keseimbangan elektrolit terganggu dan mengakibatkan banyak hal yang terkait metabolisme akan mengalami gangguan juga.  Termasuk di dalamnya adalah sistim kekebalan tubuh menurun.

Apa yang menyebabkan pH darah meningkat?.  Penyebab pertama tentu karena memakan bahan pakan, obat vitamin dengan pH tinggi dan atau karena "penting"  (terengah-engah).  Jika banyak ayam yang "penting" dalam waktu lama dengan jumlah panting lebih dari 100 kali/menit bisa menyebabkan perubahan pH lebih tinggi.

Karena ayam sekarang memiliki pertumbuhan yang luar biasa, maka akan memetabolisme pakan lebih besar dan akibatnya akan memproduksi sejumlah panas yang lebih tinggi.  Inilah mengapa kita harus memperhatikan kejadian "penting" untuk ayam sekarang ini.  Karena panas berlebihan akan dibuang lewat respirasi (manusia melalui kelenjar keringat).

Apa saja penyebab "penting" berlebihan?
1. Suhu tinggi yang mengakibatkan perubahan suhu tubuh ayam melampaui 42 derajad Celcius.
2. Kelembaban yang tinggi pada  suhu lingkungan yang tinggi, mirip jika ketika mendung tidak hujan

Waktu pemberian pakan yang tepat :
Sebelum membahas waktu pemberian pakan, marilah kita renungkan sejenak mengenai bayi manusia yang baru lahir.  Perilaku umum adalah makan, minum dan tidur.

Dalam memelihara ayam tersebut - kita harus mengikuti perilaku tersebut.  Ada pola tertentu pada perilaku ayam untuk makan - minum - dan tidur.  Kenali kondisi itu, lalu berikanlah pakan pada saat ayam umumnya tidak tidur dan ingin makan. Berikanlah di saat ayam membutuhkan dan jangan memberikan pada sat tidak membutuhkan.  Jika kita mampu memberikan sesuai dengan waktunya, maka konsumsi pakan akan lebih baik dibandingkan dengan jika diberikan 24 jam tanpa jeda (ingat palatabilitas pakan).

Hal buruk jika konsumsi pakan berlebihan, maka akan menimbulkan masalah metabolisme protein terlalu tinggi - dan produksi panas tubuh-pun akan tinggi.  Jika lingkungan sangat panas disertai panas tubuh berlebihan akibat metabolisme pakan berlebihan, maka akan menimbulkan : "panting" - kematian akibat gagal jantung - dengan ditandai adanya Acites.

Hal buruk jika kita memberi pakan 24 jam, adalah pemberian cahaya 24.  Pemberian cahaya 24 jam akan menghambat release melatonin dan selanjutnya akan menurunkan sistim kekebalan tubuh. Renungkan - bukankah pengalaman selama ini, dimana "pemberian pakan dengan cahaya 24 jam" akan mengakibatkan banyak penyakit yang masuk, sebaliknya jika caya di batasi maka tingkat kematian akibat penyakit menurun tetapi konsumsi pakan tidak sesuai harapan.

Pemberian pakan dengan timing yang tepat adalah solusi.  Renungkan juga : "tidak ada bayi yang lahir diberi makan terus menerus".  Renungkan juga : "banyak bayi prematur" yang di masukkan ke inkubator - ketika dewasa derajad kekebalan tubuhnya akan lebih rendah dibandingkan yang lahir normal.  Hal ini bukan perkara bayinya dimasukkan inkubator, tetapi karena penggunaan cahaya 24 jam.  Hal ini diduga ada kaitannya kinerja melatonin.


Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar