Jumat, 08 Januari 2016

BEBAN KANDANG DAN KEBUTUHAN UDARA MINIMUM KANDANG TERTUTUP ( Close house )

BEBAN KANDANG DAN KEBUTUHAN UDARA MINIMUM KANDANG TERTUTUP

Setelah memahami lingkungan ayam pada kandang tertutup dan konsep ventilasi serta cooling sistem-nya, maka kita akan melangkah maju ke hal berikutnya.

Apa itu beban kandang dalam kaitannya dengan kebutuhan udara segar?.  Beban kandang yang dimaksud dalam hal ini adalah total udara minimum yang dibutuhkan untuk mensuport sejumlah berat total ayam yang ditanggung oleh kandang bersangkutan.

Untuk memahami hal tersbut, sebaiknya kita mulai latihan dengan menghitung kebutuhan udara minimum untuk beban maksimum.  Jadi kita ambil jumlah ayam terbanyak dengan bobot badan tertinggi untuk standart bobot badan strain terkait.

Sebagai contoh :
        Strain Flex
        Jumlah ayam total betina dan jantan  7.700 + 770 = 8.470 ekor
        Bobot badan rata-rata  2,49 Kg/ekor
Maka total bobot badan yang ditanggung oleh kandang tersebut adalah : 21.090,3 Kg

Selanjutnya, berapa kebutuhan udara segar minimum?. Kebutuhan udara segar minimum untuk kandang clouse selalu terkait dengan dua hal : 1). Beban kandang, dan  2). Kebutuhan udara minimum per-KgBB Per-Jam.
Kebutuhan udara minimum bergantung pada strain bersangkutan, misalnya :
        Hubbard Flex = 8m3/Kg/jam
        Cobb               = 6m3/Kg/jam
        ISA Brown     = 4m3/Kg/jam

Apabila kita ingin mengetahui berapa kebutuhan udara minimum dari ayam tersebut di atas.  Maka perhitungannya adalah :

-          8 m3/KgBw/Jam x 21.090,3 KgBw = 168.722,4 m3/Jam,  atau      
-          4,709 ft3/KgBw/menit x 21.090,3 = 99.314,22 ft3/menit (CFM)

Jadi kebutuhan udara segar minimum kandang bersangkutan adalah :
168.722,4 m3/Jam  atau 99.314,22 CFM.




SUPLAY UDARA SESUAI KEBUTUHAN BEBAN KANDANG

Jika kita telah memahami kebutuhan udara minimum sesuai beban kandang yang ditanggung, maka kita dapat melajutkan pelajaran berikutnya.  Yaitu menghitung suplay udara yang diperlukan. 
Dalam hal ini pembahasan tetap pada posisi kebutuhan udara minimum pada beban kandang maksimum. 
Langkah-langkahnya adalah :

1.      Pertama :
 Perhatikan luas penampang kandang (lebar x tinggi rata-rata kandang). 
         Misalnya : lebar 14 m x tinggi rata-rata 2,5 m 


         Luas penampang menjadi = 35 meter2.

2.      Kedua :
 Berapa kecepatan maksimum yang dapat dicapai jika seluruh kipas dinyalakan.
   Misalnya dari hasil observasi kecepatan angin kandang dalam satu garis penampang didapatkan data sebagai berikut (satuam m/s) : 

         Jika dihitung rata-ratanya didapatkan hasil 2,5 m/s

3.     Ketiga :
Kalikan luas penampang dengan kecepatan angin maksimum yang dicapai
         Yaitu : 35 m2 x 2,5 m/s = 87,5 m3/s,
         Jika diubah menjadi per-jam, maka perhitungannya adalah :
85,7 m3/s  x 3.600 s = 308.520 m3/jam atau 181.615,44 CFM

4.     Keempat :
Bandingkan kemampuan ventilasi untuk mensuplay udara maksimum dalam kandang dengan kebutuhan udara kandang.
Hasilnmya adalah :
     168.722,4 m3/Jam (lihat Bab III) < 308.520 m3/jam
     Artinya = kemampuan maksimum ventilasi kandang untuk mensupaly udara segar minimal adalah lebih besar dibandingkan kebutuhannya.



Diambil dari tulisa bpk : Muhammad Misbachul Munir, S.Pt.,MM di http://pengetahuanayampraktis.blogspot.co.id/2015/05/bagaimana-mengoperasikan-kandang-close.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar