Minggu, 26 Mei 2013

Kandang Tertutup (close house) : Ayam Nyaman Peternak Nyenyak


Dengan kandang tertutup, peternak layer keuntungannya meningkat 67 %, sementara investasi hanya 7,4 % lebih tinggi

Tak seperti kandang broiler (ayam pedaging) umumnya, kandang di ujung jalanan Selopuro yang masuk wilayah Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur itu  tertutup rapat dari atas ke bawah oleh terpal. Hebatnya, dari kandang tersebut sama sekali tak tercium bau menyengat khas kandang ayam.
Kandang yang menerapkan sistem tertutup (closed house) itu adalah milik Ispuana, wanita 52 tahun yang sudah 4 kali memanen broiler dari kandang itu. Peternak yang memulai usahanya sejak 2000 itu mengaku lega karena kandang barunya tak menimbulkan bau seperti kandang lamanya yang terbuka (opened house).
Dulu, gara-gara masalah bau dan lalat dari kandangnya yang terbuka itu, peternak plasma dari PT Semesta Mitra Sejahtera tersebut sempat terancam masuk bui. “Warga protes dengan keberadaan kandang (lama) saya yang berada di sekitar pemukiman. Mereka memaksa saya memindahkan kandang dan akan meminta Kapolsek (Kepala Polisi Sektor) setempat turun tangan jika saya ngeyel,” ujar Ispuana pahit.
Tak ada pilihan lain kecuali menyetujui desakan tersebut. Padahal ibu tiga anak ini telah membangun kandang di tanah miliknya itu secara permanen. “Saya bahkan sudah mengecor pondasi kandang,” lanjutnya setengah menyesal. Akhirnya Ispuana menyewa tanah di pinggiran desa dan membangun kandang baru dengan sistem tertutup. “Banyak yang bilang sistem tertutup lebih ramah lingkungan,” katanya.
Kasus penolakan warga atas keberadaan kandang yang dianggap menimbulkan polusi juga dialami Yono, peternak broiler di Selopuro. Bedanya, Yono dan kandangnya belum sampai diusir warga. Sebelum itu terjadi, pria 40 tahun itu telah berinisiatif merombak kandangnya dari sistem terbuka menjadi tertutup pada 2008. Hasilnya, bapak dua anak itu tak lagi dimusuhi tetangganya karena kandangnya kini sama sekali tak berbau. Bahkan penghasilannya jadi bertambah.

Saatnya Closed House
Menurut Ahmadi, Manajer Layer Development PT Charoen Pokphand Indonesia wilayah Jawa Timur, penggunaan kandang tertutup sudah menjadi tuntutan. Bukan hanya dalam menghindari masalah sosial yang ditimbulkan oleh bau dan lalat, tapi juga bagi efisiensi usaha. “Performa optimal tercapai jika ayam merasa nyaman. Kenyamanan itu lebih mudah dicapai jika semua variabel yang mempengaruhi produktivitas ayam – termasuk kondisi mikroklimat – betul-betul bisa dikontrol. Satu-satunya jenis kandang yang bisa total mengkontrol mikroklimat adalah closed house,” urainya.
Kandang terbuka sulit menghindari pengaruh fluktuasi suhu dan cuaca di luar kandang. Menurut catatannya, rerata perbedaan suhu maksimum – minimum harian di Jawa Timur bisa mencapai 10o C – 12o C awal 2010 ini. Pada 2009, rentang suhu maksimum-minimum tahunan bahkan 18o C – 37o C. “Secara umum, pada kandang terbuka, meskipun sudah memainkan ketinggian kandang, konstruksi atap, dan kipas tetap saja tak menuntaskan masalah panasnya siang hari dan fluktuasi cuaca yang semakin ekstrem,” ungkapnya.
Di sisi lain, genetik ayam semakin menuntut kestabilan kondisi lingkungan agar potensi genetiknya bisa terekspresi maksimal. Secara teoritis kondisi nyaman bagi ayam ada pada  suhu 20°C  - 27°C dan kelembaban relatif 40% - 60%. Jika suhu melebihi  30°C maka ayam akan menunjukkan gejala stres karena panas dengan tanda nafas terengah hingga 200 kali per menit.
Di Indonesia, kelembaban udara rata-rata 70% - 80%. Kelembaban yang tinggi, dibarengi suhu lingkungan mendekati suhu tubuh ayam menyebabkan ayam sulit membuang panas tubuhnya. Karena selisih tekanan uap air di dalam tubuh dan di luar tubuh hampir seimbang, uap air di dalam tubuh ayam tak mudah keluar dari tubuh. Padahal, uap air merupakan salah satu media pembuang panas yang efektif.
Akibatnya, ayam harus bernafas lebih cepat untuk mengeluarkan uap air dari tubuhnya. Alih-alih nafas yang terengah-engah itu membantu membuang panas tubuh, kompensasi ini justru membuat energi terbuang percuma, sehingga mengganggu pertumbuhan ayam.

Dongkrak Produktivitas Layer
Setiap tahun, kata Ahmadi, Indonesia kehilangan  potensi produksi telur 270 ribu ton karena performa layer (ayam petelur) yang rendah. Angka itu estimasi dari melesetnya produksi riil layer yang hanya tercapai 19 kg/ekor/tahun (60 minggu produktif). Angka ini jauh di bawah target produksi yang tercantum dalam buku manual strain, sebesar 22,1 kg/ekor/tahun atau 351 butir/ekor/tahu (setara hen house 96%). Sistem closed house pada budidaya layer akan mampu memperbaiki produksi telur 2 kg/ekor/tahun.
FCR (Feed Convertion Ratio/rasio konversi pakan) yang idealnya 2,14 dengan total konsumsi pakan 47,3 kg/ekor/tahun, membengkak jadi 2,35 (atau lebih) dengan total konsumsi pakan 44,6 kg/ekor/tahun. Pada kandang tertutup, menurut Ahmadi, FCR mampu di angka 2,2.
Ahmadi menyatakan, dari data di atas  masih ada 14% peluang performa yang bisa diusahakan sebagai potensi keuntungan untuk peternak. Potensi itu bisa diubah menjadi performa produksi dengan cara memperbaiki sistem pemeliharaan. “Logika sederhananya, jika ayam dipenuhi kebutuhannya di tempat nyaman, maka ia bisa digenjot untuk berproduksi optimal mendekati potensi genetiknya,”tandasnya. Tak ada cara lain untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan manajemen kesehatan kecuali dengan closed house.
Selain produktivitas ayam, efisiensi luas kandang meningkat. Ahmadi menyebut, pen baterai berukuran 1,2 m2 pada kandang terbuka hanya mampu diisi 6 – 8 ekor layer dengan fasilitas 6 titik nipple drinker. Sementara di kandang tertutup, baterai ini bisa diisi 12 ekor layer, namun cukup diberi 4 titik nipple saja.


Bikin Broiler Cepat Panen
Keuntungan utama lain adalah bisa panen lebih cepat. Yono mencontohkan, pada umur 30 hari, broiler di kandang terbuka mencapai ukuran 1,3 – 1,4 kg. Pada umur yang sama, broiler di kandang tertutup bisa mencapai bobot 1,7 – 1,8 kg. Karena itu Yono kini bisa melakukan panen lebih cepat, yaitu pada umur 28 hari ketika ayam mencapai bobot 1,5 – 1,6 kg. Pertumbuhan yang baik di kandang tertutup ini menurut Kepala Unit Solo PT Primatama Karya Persada—produsen broiler, Widi Asmoro Sakti karena ayam terkondisikan sesuai nalurinya sehingga bisa tumbuh optimal.
Tingkat kematian juga jauh berkurang. Menurut Yono bisa jauh di bawah 3%. Sedangkan jika kandang terbuka, kematian masih berkisar 5%. Widi menambahkan keuntungan lain. “Posisi kandang open harus sejajar dengan sinar matahari sehingga membujur timur-barat. Kalau closed house tak harus seperti itu, bisa utara-selatan,” ujarnya.
Bertambahnya pendapatan dengan sistem tertutup, menurut Yono bukan karena adanya peningkatan margin (selisih) dari setiap ayam, tapi karena ada peningkatan populasi pada luasan lahan yang sama. “Margin masih sama, sekitar Rp 3.000 per ayam. Tapi keuntungan itu kini dikalikan dengan jumlah ayam yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Edisi Agustus 2010


Kami menyediakan semua keperluan untuk membangun atau merenovasi kandang close,
kami juga menyediakan keperluan kandang ayam petelur pedaging dan alat kandang lainnya.
jangan ragu hubungi kami di 082333341149 (Telkomsel) ATAU 087861478042 (xl) atau via email.
SEMOGA SUKSES

Kamis, 09 Mei 2013

HATI-HATI MEMILIH FAN UNTUK KANDANG

Jika anda akan membeli fan / kipas untuk kandang anda harus berhati-hati pada setiap penawaran, yang harus anda perhatikan adalah spesifikasi fan yang ditawarkan, jangan hanya melihat harganya atau merk saja.

Sebagai contoh orang sering diberi tawaran exhaust fan 50 inci untuk close house, tanpa menyebutkan spesifikasinya, padahal salah satu merk ternama "Katsu" mengeluarkan 3 tipe fan 50 ". Perhatikan perbedaannya sebagai berikut

GLF AXIAL FAN SHUTTER (Belt Drive)

Model
Speed
(r/min)
Volume
(m3/h)
Power
(KW)
Voltage
(V)
Weight
(Kg)
Dimension
AxBxH (mm)
GLF9.5
450
32.000
0,75
380
55
1060x400x1060
GLF11.2
450
37.000
0,75
380
65
1220x400x1220
GLF12.5
450
44.500
1,2
380
85
1380x400x1380



Dari tabel diatas terlihat dimensi fan hampir sama, maka orang cendrung sama menyebut 50 “ padahal Volume hisap udara sangat beda (m3/h). Padahal dari merk yang sama






TELITI SEBELUM MEMBELI

PANDUAN MEMBUAT / MEMBANGUN DAN RENOVASI CLOSED HOUSE UNTUK BROILER DAN PETELUR

Mengapa Harus Close House

      Suhu yang panas di dearah tropis, bukan merupakan kondisi ideal untuk produktivitas ayam, hal ini bisa kita amati pada siang hari ayam megap-megap / ngos-ngosan (panting) kondisi ini disebut heat stress, kondisi heat stress dimulai pada suhu diatas 25 derajat C. Dampak dan pengaruhnya sudah pernah saya bahas sebelumnya.
     Berikut gambaran kondisi sekitar ayam yang harus dikendalikan :

  1. Kelebihan panas yang dibuang ayam = 11,02 BTU/jam/kg ayam yang sudah dewasa
  2. Untuk 6250 ekor ayam dewasa (3,5 kg) menghasilkan 241,062 BTU/jam
  3. Untuk menguapkan 4,5461 liter air (1 galaon) dibutuhkan 8.700/BTU


   
Definisi Dan Prinsip Kandang close

Definisi

     Close house merupakan kandang tertutup yang menjamin kemanan secara biologis (kontak dengan organisme lain) dengan pengaturun ventilasi yang baik, suhu, kelembaban, kecepatan angin, pencahayaan dan lain sebagainya diatur sedemikian rupa sehingga memnimilasir stress.

Prinsip Kandang Close

     Prinsip pertama adalah menyediakan udara yang sehat bagi ayam yaitu udara yang menghadirkan sebanyak mungkin Oksigen dan mengeluarkan sebanyak mungkin gas-gas berbahaya seperti karbondioksida dan omonia (pergantian udara secara lancar)
     Prinsip kedua , menydiakan iklim yang nyaman dengan cara mengeluarkan panas dari kandang yang dihasilkan tubuh ayam dan lingkungan sekitar , menurunkan suhu udara masuk dan mengatur kelembaban

STURKTUR UMUM CLOSE HOUSE

1. Banguanan kandang, baik baru maupun renovasi
2. Kipas / Fan
3. Material cooling dan perlengkapannya
4. Dinding, disarankan tirai
5. liighting system
6. Control Panel + Electrical System

Membangun kandang Close Baru

Untuk membangun kandang baru yang perlu diperhatikan adalah atap kandang, supaya dipilih  bahan yang tidak panas seperti seng, dibikin volume kandang yang minim sehingga memudahkan menurunklan suhu.

Apabila bahan atap tidak bisa rapat maka harus dibikin plafon dari tirai. Bagian belakang kadang bisa dibikin dari batako atau batu bata dengan diberi tempat untuk fan, bagian depan samping diberi tempat untuk cooling pad.

RENOVASI KANDANG DARI TERBUKA KE CLOSE HOUSE

Pada prinsipnya setiap kandang terbuka bisa di renovasi menjadi kandang tertutup selama konstruksinya kuat, tinggal memberi plafon di dalam kandan serta fan dibelakang kandang serta cooling pad di depan samping kandang.

Adapan untuk kebutuhan kipas/fan serta cell deck tergantung pada luas kandang serta jumlah ayam yang akan dipellihara.

REKOMENDASI
Mengingat kepadatan yang tinggi maka direkomendasikan mengunakan tempat minum otomatis, nipple lebih baik, untuk broiler tempat pakan otomatis juga direkomndasikan



Adapaun peralatan untuk kandang close bisa dilihat/klik disini adapun info harga bisa di klik disni


Apabila kurang jelas silahkan menghubungi kami, kami juga menyediakan semua keperluan untuk membuat kandang tertutup (Close House)


Contoh Foto Kandang Close



Tampak Belakang


Tampak Dalam

Kandang Close Tingkat


Close Petelur


Tampak belakang Close 
Sederhana

Cell Deck


BIAYA DAN UKURAN KANDANG AYAM PETELUR

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan mengenai ukuran kandanng ayam petelur maka akan sedikit kami bahas sebagai berikut Untuk menentukan...